kibarmedia.com

Popular Post

Polres Cilegon Gelar Razia Serentak Zona 3 Titik

Diposting oleh On Sabtu, November 12, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Polres Cilegon dan jajaran pada hari Sabtu malam 12 Nop 2016 melakukan gelar razia zona 3 titik secara serentak untuk antisipasi kriminalitas, balapan liar dan tawuran pemuda. Dalam razia tersebut, polres Cilegon menurunkan 130 personel.
Dalam razia tersebut, Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Cilegon berhasil menjaring puluhan pelanggaran pengendara baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski razia serupa kerap dilakukan secara rutin, namun petugas kepolisian masih saja menemukan puluhan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang melanggar peraturan lalu-lintas.
Pelanggaran lalu-lintas tersebut disinyalir akibat rendahnya kesadaran masyarakat, terutama kelengkapan surat kendaraan
Kanit Laka-lantas Satlantas Polres Cilegon, IPDA Harlen Tampubolon mengatakan, razia tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara berkala.
Tujuannya masih dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas.
“Giat rutin yang sering kita lakukan. Masih banyak ditemukan pelanggaran lalu-lintas pada kendaraan roda dua dan roda empat, mulai dari tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan lainnya,” katanya usai pelaksanaan razia.
Lebih lanjut, Tampubolon mengungkapkan, penyelesaian pelanggaran tersebut akan dijalankan sesuai dengan prosedur yakni melalui pengadilan.
Dengan adanya razia tersebut diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas serta menekan angka kriminalitas pencurian kendaraan bermotor.
“Kedepannya, kami berharap agar para pemilik kendaraan melengkapi surat-surat sebelum pergi berlalu lintas. Hal itu untuk menciptakan masyarakat yang tertib lalu lintas, sehingga meminimalisir angka kecelakaan dan kejahatan di wilayah Cilegon.
(Rd)
Lokasi Pembangunan Pasar Kragilan Belum Dilengkapi Saluran Pembuangan

Diposting oleh On Rabu, November 02, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Proyek pembangunan Pasar Kragilan tahap dua terkendala akibat belum adanya saluran pembuangan yang berdampak pada aktifitas pembangunan, kendala tersebut dirasakan ketika berlangsung turunnya hujan, karena tidak adanya saluran pembuangan, jalan pada lokasi proyek pembangunan secara menyeluruh terendam air hingga ketinggian 30cm yang berakibat terganggunya akses mobilisasi dalam aktifitas proyek pembangunan Pasar Kragilan.
Pembangunan Pasar Kragilan tahap dua ini memakan anggaran sebesar Rp. 3.327.200.000,- yang di gelontorkan Pemerintah lewat Dana Alokasi Umum (DAU) Anggarannya 7 Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang, Tahun anggaran 2016, kegiatan pembangunan Pasar Kragilan bentuk salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Serang dalam melakukan penataan tempat berusaha bagi pedagang kaki lima, untuk itu sangat disayangkan bilamana kendala yang dirasakan dalam proyek pelaksanaan kegiatan pembangunan saat ini tidak segera direspon secara cepat oleh Pemerintah Kabupaten Serang.
Hamami selaku Pelaksana PT. Japayasa Prima Konstrusindo saat ditemui wartawan mengatakan, Kendala yang ada pada proyek kegiatan pembangunan Pasar Kragilan dirasakan ketika berlangsung turunnya hujan yang mana pada lokasi pembangunan belum terdapat saluran pembuangan sehingga air tertampung dalam lokasi yang membuat akses mobilisasi pada lokasi proyek terhenti akibat terendamnya akses jalan, namun kendala yang ada bukan halangan yang berarti karena pelaksanaan kegiatan pembangunan sudah melebihi dari progres pekerjaan yang ditentukan.
"kegiatan pembangunan Pasar Kragilan sudah hampir rampung dan sesuai dengan target yang ditentukan terhitung mulai dari 04 Agustus dengan masa kontrak 140 hari kalender. Kita kewalahan Pak kalau hujan turun selain menghambat penagiriman bahan material karena akses jalan tidak bisa dilalui, apalagi Minggu kemarin Pak ketika kami sedang melakukan pemasangan vaping block setelah di lakukan pemadatan dan vaping block siap dipasang hujan turun jelas pasir untuk pemadatan berantakan karena pasir terendam oleh air hujan", Katanya. Selasa, (01/11).
Lanjut Hamami, Untuk permasalahan soal saluran pembuangan beberapa waktu yang lalu dalam rapat bersama sudah dilakukan pembahasan yang dihadiri perwakilan Dinas terkait yang berkaitan didalam lingkup perpasaran salah satunya perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang membahas soal saluran pembuangan dimaksud. Semoga saja saluran pembuangan sudah tersedia saat pasar mulai beroperasi sehingga tidak ada lagi genangan air yang bisa mengganggu aktifitas transaksi jual-beli di Pasar Kragilan.
"Kegiatan Pembangunan Pasar Kragilan sampai dengan bulan November sudah masuk dalam tahap finishing, sedangkan untuk progres pekerjaan kita sudah memasuki 50% dari progres, untuk itu saya optimis kegiatannya pembangunan Pasar Kragilan rampung sesuai dengan target pada akhir November nanti", Tambahnya.
Temu Kangen Alumni SMU Bina Taruna Angkatan 98’

Diposting oleh On Minggu, Oktober 30, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Alumni Sekolah Menengah Umum (SMU) Bina Taruna Serang, angkatan 98 menggelar reuni bertajuk “sahabat menjadi saudara”, reuni ini diadakan di Gedung sekolah SMAN 5 Kota Serang yang sebelumnya merupakan sekolah Bina Taruna, Jl. Ayip Usman Kota Serang Banten Minggu (30/10/2016).
Dalam acara temu kangen tersebut terlihat raut wajah para peserta begitu ceria dan gembira karena bertemu dengan para sahabat yang sudah lama tidak berjumpa karena kesibukannya masing-masing. Canda tawa menghiasi pertemuan tersebut, kondisi fisik yang sudah banyak berubah badan yang gemuk, wajah berkumis dan berjanggut menjadi objek candaan diantara mereka. Kebanyakan dari alumni tersebut sudah memiliki keluarga diantara mereka bahkan rela membawa buah hatinya untuk hadir, walaupun masih ada juga yang masih sendiri. Tidak sedikit diantar mereka merasa pangling saat bertemu teman lamanya karena fisik yang berubah.
Teringat masa-masa sekolah dengan keceriaan yang alami tanpa beban melewati hari demi hari bermain dan bercengkrama bersama baik di ruang kelas maupun ti tempat favorit masing-masing., seperti di kantin samping sekolah yang hingga kini nama penjualnya pun sering di sebut-sebut dalam pembicaraan. Nama pemilik warung/kantin tersebut adalah Bu Bariah.
Selain Bu Bariah beberapa guru juga selalu di perbincangkan antara lain guru PPKN Bapak Asmungi, dan Guru Sosiologi Bapak Joko. Namun para alumni sedikit kecewa karena guru yang masih aktif mengajar di sekolah tersebut Pak Joko tidak dapat Hadir. Namun demikian, Pak Joko sempat mengirimkan pesan melalui WA nya kepada salah satu alumni Yudi Alamsyah. Dalam pesan WHATSAP Pak Joko memberi komentar salam dan berkomentar “itu badan pada gendut,mudah2an kalian senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah SWT, Sehat, Sejahtera, n Sukses. Bravo Alumni BT98” kata Pak Joko dalam pesan WA nya.
Temu kangen alumni SMU Bina Taruna Angkatan 1998 merupakan awal dari agenda-agenda kegiatan selanjutnya, Menurut Ketua Panitia Reuni Imam Fauzi, temu kangen alumni BT98  ini menjadi momen penting bagi terjalinnya kembali silaturrahim angkatan 98 SMU Bina Taruna Serang yang telah berpisah selama 18 tahun.
Temu kangen yang dihadiri  alumni ini merupakan yang pertama kalinya digelar setelah 18 tahun lamanya. ” Semoga dengan kegiatan ini bisa membangkitkan kembali solidaritas dan kebersamaan Alumni SMU Bina Taruna Serang khususnya angkatan 1998 dalan satu bingkai keluarga besar paguyuban Alumni SMU Bina Taruna angkatan 1998,dan menjadi awal untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya yang akan kita adakan” kata Imam
selain itu imam juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman yang hadir diacara tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang hadir pada hari ini dan bagi teman-teman yang belum bisa hadir mudah-mudahan akan bisa hadir pada pertemuan selanjutnya" katanya
Acara selanjutnya adalah foto bareng dan pemilihan kepengurusan paguyuban alumni SMU Bina Taruna angkatan 98. Dalam pemilihan tersebut, yang dilakukan secara voting, Imam Fauzi terpilih menjadi ketua dengan perolehan suara 9. Sementara Yudi Alamsyah menjadi wakil nya dengan memperoleh 8 suara (Ridwan)

Pertahankan Tanah Warisa, Puluhan Warga Cikande Tidur di Tenda

Diposting oleh On Rabu, Oktober 05, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com.  Puluhan warga Cikande Serang Banten dirikan tenda dan rela tidur ditenda darurat demi pertahankan tanah milik warisan, sudah puluhan hari mereka tinggal ditenda darurat hanya beralaskan terpal.  Tidak ada kata menyerah bagi mereka, panas dan hujan bukan penghalang baginya, demi pertahankan tanah warisan yang kini sudah diratakan dengan alat berat.
Tanah warisan tersebut ada di dua lokasi yaitu: Blok 008  Persil 107 luas sekitar 1520 m dan Blok 007  Persil 106  luas sekitar1805 m dengan jumlah luas tanah sekitar 3325 m, atas nama Kati Bt Markuta.  Keberadaan tanah tersebut di kawasan Industri Moderen IV Desa Nambo Udik Kecamatan Cikande Serang Banten.
Beberap tahun lalu diadakan pembebasan lahan oleh PT New Asia, setelah pembebasan lahan dianggap selesai, maka PT New Asia menyerahkannya kepada Kawasan Moderen Industri.  Namun nampaknya masih ada masalah yang belum terselesaikan, karena Sukendi ahli waris tanah atas nama Kati Bt Markuta dengan luas tanah sekitar 3325 m, Sukendi dan ahli warisnya yang lain belum merasa menjual kepada siapapun.
 Sukendi punya bukti surat keterangan bahwa PT New Asia belum merasa membeli tanah atas nama Kati Bt Markuta, hal ini tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Yan Hindrawan Ijoy  tertanggal 24 September 2016, ketika itu dirinya sebagai pelaksana pembebasan lahan utusan PT New Asia.
Sukendi berharap agar tanah warisannya segera dibayar dengan harga yang sesuai oleh kawasan Moderen Industri, namun hingga kini belum ada titik terang, dan pihak Kawasan Moderen Industri pun belum bisa dikonfirmasi oleh wartawan.
"Saya belum pernah menjual tanah warisan saya atas nama Kati Bt Markuta seluas 3325 m, kepada siapapun, makanya tanah ini saya pertahankan, sampai tanah ini dibayar dengan harga yang sesuai oleh pihak kawasan Moderen Industri"  Ujar Sukendi.  (Dewa)
IJTI Banten Kutuk Kekerasan TNI Terhadap Insan Pers

Diposting oleh On Senin, Oktober 03, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - IJTI Banten Kutuk aksi kekerasan terhadap insan pers di beberapa daerah yang dilakukan oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI). Puluhan wartawan TV dan Online yang bertugas di Provinsi Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Alun-alun Kota Serang, Banten Senin 03 Oktober 2016.
Para wartawan melakukan aksi damai dengan menutup mulut sebagai simbol pembungkaman yang dilakukan oleh oknum aparat TNI yang mengaku dekat dengan rakyat.
Selain menutup mulut dengan lakban, para pendemo juga melakukan orasi dan membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan dan protes keras terhadap kekerasan yang dilakukan tersebut.
Kordinator aksi Aimar mengatakan dalam orasi tersebut bahwa jurnalis masih mendapatkan kekerasan dalam menjalankan tugasnya, padahal tugas Jurnalistik dilindungi oleh undang-undang, wartawan masih belum aman. Belum selesai kasus kekerasan wartawan di Sumut, kembali rekan kita juga mendapat kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI
"Adanya kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI membuktikan bahwa kerja wartawan masih belum aman. Belum selesai kasus kekerasan wartawan di Sumut, kembali rekan kita juga mendapat kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI" katanya.
Lebih lanjut, ketua IJTI Banten ini juga mengaku menyesali tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI dan berharap ada penindakan oleh pimpinan nya, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
"Saya berharap oknum TNI yang menganiaya wartawan tersebut mendapat sanksi yang keras oleh pimpinannya, sehingga kasus kekerasan terhadap wartawan tidak terulang lagi" kata Aimar
Tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap insan jurnalis yang melakukan peliputan, sangat tidak beradab dan membunuh nilai nilai kebebasan pers di Indonesia.
Atas tindakan semena-mena ini, kami Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten menyatakan:
1. Mengutuk keras tindakan kekerasan oknum TNI terhadap insan pers
2. Mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melalui lembaga yang terkait untuk menindak dan menghukum  oknum yang terlibat
3. Mendesak Pemerintah secepatnya penghapusan TNI dari dalam Kota dan mengembalikan TNI kedalam fungsi alat pertahanan negara dengan menjaga tapal batas wilayah NKRI
4. Mendorong IJTI Pusat dan Dewan Pers dan juga Komnas HAM RI usut tuntas setiap tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis.
Sebelumnya diberitakan bahwa kejadian penganiayaan dialami oleh salah satu wartawan NET TV saat mengambil gambar, kasus penganiayaan yang terjadi di Sumatra belum jelas kabarnya, kini kasus serupa juga menghampiri rekan jurnalis televisi Sony Misdananto Kontributor Net TV wilayah Ponorogo-Madiun yang dianiaya oleh  oknum TNI Yonif 501 Raider di Madiun.
Kronologisnya saat yang bersangkutan jalankan aktivitas peliputan. Mengambil gambar konvoi PSTH yang menabrak pengendara jalan di depan markas TNI.  Lalu ada oknum TNI yang bertindak kekerasan terhadap peserta konvoi. Disaat Sony amankan gambar tiba-tiba ada oknum lain (TNI) dibelakangnya dan langsung menghajar Sony.
Kondisinya sekarang luka lebam di pelipis mata sebelah kiri.  Dan shok.  Dan saat ini Sony tengah diperiksa oleh anggota DENPOM TNI AD Madiun. (Rid)
"HMI Lebak" Pidanakan Oknum Polisi Halangi Pers

Diposting oleh On Selasa, Agustus 30, 2016 with No comments

Lebak, kibarmedia.com - Pencegahan serta kekerasan terhadap wartawan di kabupaten Lebak oleh oknum polisi satuan sabara‎ Polres Lebak yang terjadi di Pendopo Pemkab Lebak dalam acara pelepasan calon jemaah haji, semakin di soroti aktivis dan patut di pertanyaan pendidikan oknum tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Lebak M Arif  kepada KIBARMEDIA.COM 30/08/2016 mengatakan perlu adanya pelatihan pendidikan moral bagi para polisi yang masi bersikap arogan menggunakan kekerasan dalam menangani keadaan di lapangan sehingga memiliki sopan Santun untuk menghadapi awak media serta masyarakat‎.

Terlebih awak media adalah mitra dari semua kalangan masyarakat dalam menyampaikan informasi publik, bukan untuk di jadikan bulan bulanan kekerasan Pisik, jelas ini sudah keluar dari protap tri brata kepolisian sebagai pengayom masyarakat.

Selain itu lanjut Arif oknum polisi yang telah menghalangi jalanya informasi juga telah melanggar hak wartawan dalam memperoleh pemberitaan sebagai mana di lindungi UU Pers no 40 tahun 1999‎, maka oknum tersebut harus di pidanakan.

Kami selaku Aktivis Mahasiswa Lebak lanjutnya akan segera meminta kepada Kapolres lebak dan Kapolda selaku pimpinan komando kepolisian wilayah Banten untuk memberi didikan moral kepada anggotanya agar lebih sopan dan bermasyarakat dalam menjalankan tugas, bahkan di beri sangsi yang tegas terang Arif.(Kiki G)
Dikira Tertidur, Sopir Angkot Meninggal Disamping Mobilnya

Diposting oleh On Jumat, Agustus 19, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Seorang pria paruh baya diduga sebagai sopir angkot, ditemukan tewas di dalam angkotnya sendiri bernopol A 1995 AP yang terpakir di pinggir jalan Tugu Pahlawan Alun-alun Kota Serang, Jumat (19/8). Pria malang tersebut diketahui bernama Mad Saleh (60) warga Kp. Cirengas RT 04/09, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Semula warga mengira korban masih memperbaiki mesin, namun warga menjadi curiga karena posisi korban tidak berubah-ubah. Karena penasaran, warga pun menghampiri sekaligus ingin membantu korban. Namun saat didekati ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa langsung dilaporkan ke Mapolsek Serang.

Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Serang langsung mendatangi lokasi kejadian dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara, dan memberi garis polisi di sekitar TKP.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai melakukan olah TKP, menurut informasi yang didapat, korban diduga meninggal karena kena serangan jantung dan terjatuh saat memperbaiki mesin mobil.

"korban ditemukan warga dalam posisi telentang di dalam angkot. Korban baru saja mengantarkan beberapa siswa SD dari arah Warung Pojok ke Alun-Alun Serang. Setiba di lokasi kejadian, mobilnya tiba-tiba mogok. Kemudian korban berusaha memperbaiki kendaraannya agar kembali normal, Pada saat memperbaiki mesin itulah, diduga korban terkena serangan jantung" katanya.

Guna kepentingan penyelidikan, mayat korban telah dibawa petugas Polsek Serang ke RSUD Drajat Prawiranegera Kota Serang.