kibarmedia.com

Popular Post

KPK Bidik Tindak Pidana Korupsi Usai Pilkada Banten

Diposting oleh On Sabtu, November 26, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Ada indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pilkada yang saat ini masih berlangsung.

Hal ini disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo, kontan saja pernyataan Agus Raharjo menjadi cecaran wartawan yang menanyakan lebih detail terkait aktor yang diduga korupsi tersebut,
"Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh," ujar Agus kepada wartawan di Kantor PWNU Banten, Jl Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Sabtu (26/11/2016).
Menurut Agus, indikasi korupsi itu tidak bisa disampaikan sekarang. Apalagi proses pilkada masih berlangsung di Banten. Yang jelas menurut Agus, KPK sudah mengindikasikan ada tindak pidana korupsi.
"Kita nunggu nanti aja deh," kata Agus.
Menurut Agus, indikasi ini masih berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu dan bukan terkait dengan dana kampanye. Agus membenarkan bahwa indikasi korupsi tersebut masih terkait dengan salah satu nama yang kasusnya saat ini ditangani KPK.
"Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Atut Chosiyah)," ujar Agus ketika ditanya wartawan apakah masih ada kaitannya dengan kasus yang menimpa Atut Chosiyah.
Agus enggan menjelaskan lebih lanjut terkait apakah indikasi tersebut menyasar salah satu calon. Sebab dia enggan dianggap mengganggu berjalannya proses pilkada.
"Makanya, sementara biar aja dulu deh. Nanti dikira mengganggu jalannya pemilihan," ucap Agus
Banten Gandeng KPK Dalam Pembangunan Daerah

Diposting oleh On Selasa, Oktober 11, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com -Pemerintah Provinsi Banten kembali menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Penyusunan Rancangan Teknokratis Pembangunan Jangka Menengah Daerah Banten (RPJMD) tahun 2017-2022. Hadir dalam rapat koordinasi penyusunan ini Gubernur Banten Rano Karno, Sekda Banten Ranta Suharta, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Bupati/Walikota Se-Provinsi Banten, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Banten dan instansi vertical.
Dalam sambutannya, Gubernur Rano Karno mengatakan dokumen teknokratis RPJMD 2017-2022 nanti tidak disusun hanya dalam rangka pemenuhan amanat undang-undang. Menurutnya harus juga mengatasi masalah aktual pembangunan di Provinsi Banten dan mengakomodir berbagai harapan masyarakat.
"Kiranya perlu dipahami bersama, bahwa kesepakatan yang dibangun dalam rakor ini akan memiliki arti penting terutama dalam hal pencapaian tujuan," ujar Gubernur Rano Karno di Pendopo Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Selasa (11/10).
Menurut Gubernur, dalam upaya menjaga sinergitas perencanaan pembangunan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota, maka sebagian masukan pada rakor ini harus bersama-sama mendengarkan berbagai kebijakan yang akan disampaikan oleh KPK, Kemendagri, Bappenas, Pemprov dan Pemerintah Kabupaten dan Kota.
"RPJMD 2012-2017 akan berakhir, dokumen  teknokratik RPJMD ini menjadi bahan penyusunan rancangan awal RPJMD Provinsi Banten tahun 2017-2022 yang akan diselaraskan dengan visi-misi kepalda derah terpilih," katanya.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan terus kembali mengingatkan kepada kepala daerah se-Provinsi Banten yang hadir agar transparan dalam penyusunan RPJMD. Ia mengingatkan bahwa uang yang dikelola Pemda Se-Banten bukan milik pribadi, namun berasal dari masyarakat Banten. 
"Uang yang dikelola berasal dari uang rakyat kita, itu bukan dari kantong pribadi, jadi bapak-ibu sekalian mengelola uang masyarakat supaya digunakan dan dimanfatkan untuk masyarakat," ujar Basaria. 
6 Bulan lalu, tepatnya 12 April 2016 KPK dan Provinsi Banten membangun komitmen bersama dalam hal pencegahan korupsi. Dalam komitmen bersama tersebut telah disepakati 10 Komitmen Bersama antara KPK dan seluruh pemerintah daerah Se-Provinsi Banten. Penyusunan rancangan teknokratis RPJMD 2017-2022 adalah salah satu kerja sama yang dibangun antara KPK dan Provinsi Banten. 
"Jika perencanaannya (RPJMD) baik, maka pelaksanannya juga akan baik, tapi jika perencananaannya buruk, maka pelaksanannya juga akan buruk," ucapnya dihadapan ratusa peserta yang hadir.
"Jangan ada bupati dan walikota yang merasa ini wilayah saya, pemabangunan tidak akan jalan. Harus sama-sama sinergi. Kalau masing-masing, pembuatan jalan contohnya, kalau walikota ini merasa miliknya ada kepentingan-kepentingan pribadi di sini tidak akan berjalan," sambungnya.
Sekda Banten Ranta Suharta mengungkapkan, menindaklanjuti 10 komitmen bersama yang telah ditandatangani bersama Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten dan Kepala Daera se-banten demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme, Gubernur Banten telah menerbitkan keputusan Nomor 703.05/KEP.232-huk/2016 tanggal 28 April tahun 2016 tentang penetapan rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi Pemprov Banten dan Satgas pelaksana rencana aksi, garis besar rencana aksi dimaksud terdapat enam pokok permasalahan dengan 74 rencana aksi.
"Kami telah menyampaikan laporannya setiap bulan dan dapat kami sampaikanm sampai bulan september 2016 ini progress tindak lanjut sebanyak 39 rencana aksi atau 52,70 persen telah selesai dan sisanya masih dalam proses yang pada umumnya tekendala oleh proses
Peringati Hari Kesaktian Pancasila Dengan Ziarah ke Banten Lama

Diposting oleh On Senin, Oktober 03, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Peringatan hari kesaktian pancasila diharapkan mampu membangkitkan kesadaran tiap individu sebagai warga negara Indonesia dalam meningkatkan semangat kebangsaan yang berpijak pada nilai - nilai pancasila. Demikian yang disampaikan Gubernur Banten, Rano Karno, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di KP3B, Senin (3/10).
"Pancasila telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh. Pancasila juga memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta politik masyarakat kita. Nilai – nilai pancasila telah membuat masyarakat kita semakin matang dalam kehidupan bernegara," Ujar Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga menambahkan, hari kesaktian pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya harus dihayati dan diamalkan, sehingga dapat menjadi kekuatan untk menanggulangi rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kiranya upacara ini tidak sekedar dilaksanakan memenuhi unsur formalitas semata, melainkan sebagai momentum yang dapat mewarnai jiwa dan semangat nasionalisme kita," Pesannya.
Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berdekatan dengan HUT Provinsi Banten tersebut, Pemerintah Provinsi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah elemen masyarakat berperstasi, baik dari unsur pemerintahan, swasta dan pelajar.
Setelah menggelar apel, Gubernur bersama jajarannya melakukan ziarah ke Komplek Pemakaman Keluarga Sultan Hasanudin di Banten Lama, Kota Serang. Ziarah bersama ini dilakukan dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Banten ke 16 tahun. Romboangan diterima oleh Kenadziran Banten Abbas Wasse di pelataran Masjid Agung Banten Lama.
"Besok banten berusia 16 tahun. Ini memang agenda rutin setiap tahun.  Saya berterima kasih kepada Bapak Abbas (Kenadziran) yang telah menyapaikan keluhan dan sarannya," kata Gubernur didampingi Sekda Banten Ranta Suharta.
Gubernur mengungkapkan, pada tanggal 4 Oktober besok, Bank Banten akan melakukan launching di kawasan Banten Lama, hal ini dilakuan karena pendirian Bank Banten merupakan sejarah baru dalam pembangunan Provins Banten.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada keluarga kenadziran yang telah mengijinkan Bank Banten dilaunching dipelataran mesjid lama, karena ada sejarah yang tida bisa dihindarkan disini.," ucapnya.
Pada bulan Oktober ini, kata Gubernur, Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren (Pospenas), maka dari itu, masyarakat banten dimiinta ikut mensukseskan pelaksanaan Pospenas.
"Pospenas akan dikunjungi 7000 anak santri, pasti mereka akan berkunjung ke mesjid banten lama. Mudah-mudahan mesjid ini bisa ditata dengan baik dan nyaman dikunjungi dan member kesan bagi santri-santri dari seluruh Indonesia.
APBD Perubahan Banten Alami Kenaikan untuk KPU dan Bawaslu serta penambahan modal Bank Banten.

Diposting oleh On Minggu, September 25, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Anggaran belanja daerah Pemerintah Provinsi Banten pada APBD perubahan direncanakan sebesar Rp9,303 triliun atau naik sebesar Rp492,448 miliar dibanding dengan APBD murni sebesar Rp8,811 miliar. Peningkatan tersebut lebih kepada belanja tidak langsung khususnya dana hibah yang mengalami peningkatan, meski begitu, secara umum alokasi anggaran baik belanja langsung maupun tidak langsung banyak mengalami pengurangan.
Dalam nota pengantarnya, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, untuk belanja hibah Pemprov Banten menganggarkan sebesar Rp2,534 triliun dari alokasi pada APDB murni sebesar Rp1,847 triliun, atau naik sekitar Rp686,549 miliar. Penambahan anggaran tersebut menurutnya diperuntukan untuk pilkada yakni alokasi dana untuk KPU dan Bawaslu serta penambahan modal Bank Banten.
Kenaikan tersebut diperuntukan untuk anggaran KPU sebesar Rp120 miliar dan Bawaslu sebesar Rp40 miliar, sedangakan untuk Bank Banten sebesar Rp300 miliar. Khusus Bank Banten merupakan target prioritas Pemprov, kata Rano saat membacakan nota pengantar gubernur terklait rancangan APBD perubahan 2016 di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (25/9).
Dipaparkan Rano, untuk belanja pegawai pemprov  mengangarkan Rp623,280 miliar atau mengalami penurunan sebsar Rp28,248 miliar dari ABPD murni sebesar Rp651,528 miliar. Sedangkan, untuk belanja bantuan sosial sebesar Rp144,540 miliar dari anggaran pada APBD 2016 sebesar Rp152 miliar atau berkurang sebesar Rp7,5 miliar.
Pengurangan-penguran yang terjadi merupakan sesuai instruksi pemerintah pusat dalam efisiensi penggunaan anggara, tukasnya.
Selain itu, Rano menyebut, pendapatan asli daerah mengalami peningkatan sebesar Rp87,746 miliar menjadi Rp5,330 triliun. Diriny berharap, target yang disampiakan pada pripurna dapat tercapai.
Mudah-mudahan target tercapai, Saat ini pemerintah daerah baik itu legislatif maupun ekskutif  telah duduk  bersama. Ini kan anggaran kalaupun bertambah kan ada kesepakatan., imbuhnya.
Terpisah, Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten, Budi Prajogo, mengatakan, belanja hibah meningkat karena kebutuhan untuk anggaran Pilkada yang diperuntukkan bagi KPU Banten sekitar Rp 120 miliar, dan Bawaslu Rp 40 miliar.  "Secara umum, APBD perubahan ini semangatnya efisiensi karena ada beberapa kebijakan pusat sehingga harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian," kata Budi.
Ia mengatakan, dalam upaya meningkatkan PAD, selanjutnya akan digenjot penghasilan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang menunggak.  "Kalau itu diintensifkan akan naik Rp 125 miliar. Meskipun untuk BBNKB1 itu turun, karena sekarang ini orang banyak beli mobil murah dengan tipe mobil LC/GC," ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan pengurangan sebagian besar pada belanja tidak langsung dan langsung karena efek kebijakan pengurangan DAK dan penundaan DAU.
"Tetapi mudah-mudahan DAU ini hanya pending ya, karena ini dampaknya besar, khususnya terhadap dua dinas, DBMTR dan DSDAP," ujar politisi Golkar yang akrab disapa Aci tersebut.
Menurut Aci, kebijakan efisiensi tersebut membuat beban belanja daerah tidak besar. Terpenting, kata dia, program-program yang bersentuhan langsung ke masyarakat harus dicover dan tepat sasaran. Untuk Bansos salah satunya dianggarkan untuk program Jamsosratu.  "Untuk belanja pegawai ada pengurangan sekitar Rp 28 miliar. Ini tentu saja menjadikan beban belanja tidak cukup besar, Alhamdulillah. Ada penambahan belanja hibah sekitar Rp 686 miliar memang untuk kebutuhan pilkada yang cukup menyedot anggaran,"ungkapnya.
Soal bantuan keuangan kabupaten/kota yang juga berkurang, menurutnya hal yang wajar. Sebab,  penyerapan kab/kota dinilai kurang maksimal.  "Seperti Kota Serang kan diberi Rp 30 miliar untuk penataan Banten Lama itu kan tidak terserap sama sekali. Daerah-daerah lainnya juga, penyerapannya kurang maksimal," tuturnya.
Ditambahkan Aci, APBD Perubahan 2016 sudah harus ditetapkan 30 September 2016.  "Nanti Selasa besok dilanjut agenda pemandangan fraksi-fraksi, disusul jawaban gubernur keesokan harinya, Kamis ada jeda dulu, dan Jumat tanggal 30 Septembe itu ketok palu. Makanya paripurna hari Minggu ini salah satunya untuk mengejar deadline itu," ucapnya.‎
Tuntut Hak, Honorer K1 Banten Akan Surati Presiden Joko Widodo

Diposting oleh On Rabu, Agustus 31, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Forum honorer Banten meminta KemenpanRB dan Pemprov Banten untuk mengupayakan percepatan pengangkatan PNS menemui titik terang pada bulan Oktober tahun ini. Hal ini di ungkap dalam rilis yang diterima redaksi kibarmedia.com melalui koordinator Forum Horer Banten Endang Suherman Rabu, 31 Agustus 2016.

Selain itu, lambatnya upaya yang dilakukan kemenpan RB dan Pemprov Banten karena hingg kini nasib mereka belum jelas, padahal menurutnya baik KemenpanRB dan Pemprov Banten hingga BKN sudah mengetahui dan menyepakati program strategis Forum Honorer Banten.

Tidak hanya itu, Forum Honorer Banten yang diketuai juga tengah mempersiapkan membuat surat kepada presiden Joko Widodo untuk menuntut hak para Honorer dan juga siap melakukan Demonstrasi dan melakukan class aktion kepada pemerintah jika segala upaya yang dilakukan tetap tidak terkabul.

"kami ingin mengingatkan kembali bahwa  pengangkatan K1 jadi PNS adalah HAK kami dan kewajiban Pemerintah. KemenpanRB maupun Pemprov Banten memiliki kewajiban mengupayakan percepatan pengangkatanya.

Target forum bulan Oktober tahun ini sudah ada kepastian/titik terang. Namun hingga kini kami belum memperoleh informasi yang pasti. Kami tetap akan bergerak menuntut Hak kami ini sampai tuntas, ini sudah jadi kesepakatan bersama sebagaimana tertuang dalam program strategis Forum. Pemprov Banten, KemenpanRB maupun BKN sudah mengetahui program strategis forum karena kami pernah menyampaikanya.

Saat ini kami tengah memantapkan surat ditujukan ke  Presiden berisi tentang tuntutan Hak sebagai warga negara dalam memperoleh keadilan,  sebagaimana diatur dengan jelas dalam undang-undang dan PP 56 Tahun 2012. Terpaksa ini kami lakukan karena kami merasa semua yang terjadi sekarang bergerak dengan sangat lambat. Dengan surat ini kami yakin Bapak Presiden Joko Widodo akan menanggapi dan meresponnya dengan serius, karena beliau pro Rakyat.

Kita akan terus pantau dan evaluasi setiap tahapan program strategis forum ini. Selain itu, dalam waktu yang bersamaan kita tengah mengkaji dan menyiapkan langkah aksi demonstrasi. Mungkin dengan cara-cara seperti ini aspirasi kita dapat didengar.

Dan langkah terakhir yang akan kami tempuh adalah mengajukan gugatan Clash Action kepada pemerintah atas tidak tuntasnya implementasi PP 48 tahun 2005 jo PP 56 Tahun 2016 di Provinsi Banten. Namun demikian, semoga langkah yang terakhir ini tidak perlu lagi kami lakukan karena hak sudah terkabulkan dengan langkah2 yang saat ini tengah dilakukan Pak Gubernur. Aamiin"
Forum Honorer Banten juga mengaku iri dengan kinerja Gubernur Papua Barat yang menemui Presiden dan berhasil mengangkat tenaga honorer di Papua Barat, sebanyak 1.283 tenaga honorer diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Forum Honorer Banten berharap kepada Gubernur Banten Rano Karno untuk mengikuti langkah Gubernur Papua Barat sebagai bentuk keseriusannya dalam mengupayakan perjuangan para Honorer Banten.

"Ada good experience yang patut dicontoh Banten yakni Papua Barat. Setelah Gubernurnya datang bertemu Jakowi, sebanyak 1.283 orang honorer disetujui untuk diangkat jadi PNS (JPNN selasa, 7 Juni 2016). Padahal ini belum tentu semuanya K1. Banten sudah jelas K1 jumlahnya juga tidak sebanyak itu. Ini butuh keseriusan pemprov dalam memperjuangkanya." Ungkap Endang. (Rid)
Peserta Kecewa HAN Tidak Dihadiri Rano Karno

Diposting oleh On Senin, Agustus 22, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Banten 2016 ini adalah peringatan hari anak pertama yang dilaksanakan di pendopo gubernur kp3b Curug Kota Serang, Banten. Selasa (23/8/2016).

Namun acara tersebut tidak dihadiri oleh Gubernur Banten Rano Karno, beberapa peserta mengaku kecewa karena ketidak hadiran orang nomor satu di Banten.
Salah satu peserta dari Tangerang Selatan Fany mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan anak didiknya untuk bisa tampil di depan Gubernur

"Kami sudah mempersiapkan anak-anak selama sebulan untuk bisa tampil di depan Gubernur namun pak rano nya gak ada" katanya.

Lebih lanjut wanita yang juga berprofesi sebagai guru Taman Kanak-kanak ini mengatakan seharusnya panitia mempersiapkan acara ini dengan matang, agar agenda gubernur tidak bentrok. Sehingga Gubernur dapat melihat anak-anak Banten berkreasi.

"Panitia seharusnya mempersiapkan acara ini dengan matang, sehingga tidak terjadi agenda gubernur yang bentrok" gumamnya

Sementara itu, beberapa peserta HAN naik keatas panggung. Dan mempertontonkan kemahirannya dalam menari dan memerankan drama kolosal. Selain itu suara emas anak berkebutuhan khusus (tuna netra) tampil memukau membawakan lagu untuk anak.

Rangkaian pagelaran acara HAN tingkat provinsi Banten, dihadiri Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Ketua PKK Provinsi Banten Dewi Rano Karno, Sekda Banten Ranta Suharta, dan Ratusan anak dari kalangan pelajar siswa berprestasi, siswa berkebutuhan khusus se Provinsi Banten.
Kejar WTP, Dinas Pendidikan Banten Kordinasi Pengelolaan Aset dengan Kab/Kota

Diposting oleh On Jumat, Agustus 12, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Dinas Pendidikan Provinsi Banten lakukan kordinasi bersama dinas pendidikan Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten guna mensinergikan pelaksanaan pemberian hibah kepada sekolah-sekolah.

Hal ini diungkapkan oleh staf dindik Banten Endang Safrudin kepada kibarmedia.com disela-sela acara rakor bidang Aset dan penatakelolaan beberapa waktu lalu di salah satu hotel kawasan Anyer Serang, Banten.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan kordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan kota se provinsi banten agar sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan hibah harus melapor ke dinas setempat" kata Endang

Lebih lanjut Endang menjelaskan bahwa salah satu penyebab Banten tidak bisa meraih WTP karena pengelolaan aset yang kurang baik di Provinsi Banten.

"upaya ini juga bertujuan agar penilaian BPK menjadi WTP, dengan kordinasi bersama dinas pendidikan  Kabupaten dan Kota agar satu visi yang sama" tutupnya

Sebelumnya di beritakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan manajemen aset dan arsip tahun 2016 pada hari Senin 08 Agustus di Hotel Mambruk Anyer.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dinad pendidikan provinsi dan Kabupaten / Kota se Provinsi Banten terutama penyimpan dan pengurus barang.

Selain itu hadir pula para pejabat eselon III dan IV di lingkungan dinas pendidikan. Dan menghadirkan Biro Aset dan Perlengkapan Setda Provinsi Banten sebagai Narasumber.
Dalam sambutannya,  Kasubag Umum dan Kepegawean Martinho Soares menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memastikan penata Kelolaan aset dapat terlaksana sesuai peraturan yang berlaku.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginventarisir dan mendata aset-aset tahun 2015 dan 2016, baik dalam bentuk belanja modal yang digunakan pada internal di lingkungan Dinas pendidikan Provinsi Banten maupun aset yang dihibahkan serta pinjam pakai kepada satuan dinas pendidikan Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten.

Aset di lingkungan dinas pendidikan tahun 2015 dan 2016 dapat di inventarisir dan dicatat dengan baik dan benar seluruhnya.

Selain itu, kegiatan ini tersebut juga dapat di jadikan koordinasi antara dinas pendidikan Provinsi dan Kab/Kota untuk mensinerjikan peraturan petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan terutama masalah hibah yang diberikan kepada sekolah-sekolah. (Rid)