kibarmedia.com

Popular Post

Ratusan Santri Ikuti Jambore Santri Tingkat Provinsi Banten

Diposting oleh On Jumat, November 11, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se Provinsi Banten mengikuti jambore santri yang digelar di Wulandira, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Jumat (11/11).  Kegiatan yang diselenggarakan Biro Kesra Pemprov Banten bekerjasama dengan Forum Santri Banten dilakukan dalam rangka untuk mengakrabkan antara santri antar pondok pesantren.
Dalam pidato Plt Gubenur Banten Nata Irawan yang dibacakan oleh Asda II Pemprov Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, jambore santri merupakan rangkaian dari pelaksanaan hari santri nasional yang ke-2. Untuk menyemarakkan hari santri tersebut, dilakukan jambore santri se-Provinsi Banten.
Diungkapkan Eneng, pendidikan pesantren memiliki peran di masyarakat. Pondok pesantren dengan pola pendidikannya yang khas, menjadi pusat pengembangan ilmu dan nilai-nilai keagamaan.
“Pesantren mampu berkembang dan menunjukkan jati dirinya sebagai pembaga pendidikan islam karena kemampuannya untuk menunjukkan eksistensi diri yang ada di pesantren,” katanya.
Digelarnya ajang jambore santri, lanjut Eneng, adalah untuk menjalin silaturahmi antar santri yang ada di Banten. Selama ini, jarang ditemukan kegiatan yang dapat mempertemukan para santri dari berbagai pondok pesantren.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin, sehingga bisa memberikan banyak manfaat bagi santri maupun pondok pesantren. Ini akan menjadi ajang silaturahmi santri, apalagi Banten di kenal dengan sebutan seribu kiai dan sejuta santri,” ujarnya.
Sementara, Kepala Biro Kesra Pemprov Banten Irvan Santoso mengungkapkan, pada jambore yang pertama kali digelar ini terdapat berbagai jenis perlombaan, diantaranya, lomba pidato, pembacaan kitab kuning maupun lainnya. “Ini merupakan kegiatan pertama yang kami lakukan. Kegiatan ini bukan hanya mengarah pada lomba yang digelar, melainkan juga untuk menyerap aspirasi dari kalangan santri,” katanya.
Dijelaskan Irvan, santri memiliki peran penting dalam merancang pembangunan di Banten. Karenanya, suara kaum santri harus didengar. Salah satu upaya untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh santri, dilakukan dengan cara menggelar jambore.
Selain itu, iran menambahkan, salah satu sasaran dari kegiatan ini untuk mengakrabkan antara santri dari berbagai pondok pesantren. “Dengan begitu, para santri bisa saling bertukar pikiran maupun gagasan tentang berbagai hal,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Panitia Jambore Santri Provinsi Banten, Hidayat mengunkapkan, jambore ini diikuti 100 perwakilan dari seluruh kabupaten/kota yang akan berlangsung dari 11-13 November 2016 .
“Ada banyak kegiatan yang digelar dalam jambore ini. Semuanya dirancang untuk mengakrabkan antar santri pondok pesantren,” kata hidayat. (Adv)
Sikap Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten Terkait Penistaan Agama

Diposting oleh On Kamis, November 03, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Doa Banten untuk NKRI adalah kegiatan doa bersama, didigelar untuk menyikapi kasus penistaan agama oleh Ahok yang kini permasalahannya terus bergulir menjadi persoalan Bangsa bukan saja umat beragama.
Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 3 November 2016, pukul 19.30 WIB – selesai, dihadiri oleh ribuan jamaah dari seluruh pesantren di Banten, acara tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, pimpinan pemerintahan Banten dan tokoh lintas agama. Bertempat di Pesantren Al-Fathaniyah, Kota Serang.
Melalui rilis yang diterima kibarmedia.com, Drs.KH. Matin Syarkowi selaku ketua menjelaskan
Ketua bahwa Indonesia dianugerahi kebinekaan dan masyarakat nya beragama, sehingga peran agama selalu ada dalam aspek kehidupan termasuk dalam kehidupan berpolitik.
"Sebagai Bangsa, Indonesia dianugerahi kekayaan keberagaman yang dikemas dalam, kebinekaan, termasuk kekayaan perbedaan dalam keyakinan beragama menjadi dasar   bernegara, melalui pegakuan dan ketertundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam sila pertama Pancasila.  Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama dan sulit untuk melepaskan keberperanan agama dalam setiap aspek dan sendi dasar kehidupannya, termasuk dalam bidang politik." Katanya
Tokoh Ulama ini juga mengatakan bahwa perbedaan agama harus disikapi dengan kesadaran, kematangan, kedewasaan, sehingga toleransi antar umat beragama akan terjalin.
"Perbedaan keyakinan beragama sebagai sebuah kekayaan dan anugerah bagi bangsa ini karenanya perlu ditempatkan dalam keberanian, kematangan dan kedewasaan memahami konteks agama terhadap keberagaman. Artinya, toleransi adalah jalan untuk saling menghargai keyakinan orang lain bukan untuk mengintervensi keyakinan orang lain, kendati keyakinan terebut  dianggap bertentangan dan menyinggung perasaan serta keyakinan agama  lain, tak bisa dipungkiri  hal tersebut adalah realitas" kata Martin
Masih menurut Martin, Menyikapi Dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok murni perbuatan Ahok. Karena itu tidak ada sangkut pautnya dengan sentimen antar agama, sentimen etnis atau sentiment lain yang memecah belah keberagaman termasuk kaitan dengan pilgub DKI. Maka untuk itu siapapun yang melakukan penistaan terhadap agama harus diproses secara hukum. Atas dasar itu MPS Banten menyatakan sikap sebagai berikut:
Kasus Ahok harus diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam aras kepentingan penegakkan supremasi hukum
Menghimbau kepada seluruh umat Islam agar bisa menahan diri menyalurkan aspirasi secara elegan dan berakhlakul  karimah
Menghimbau kepada para elit dan tokoh untuk menghentikan perdebatan tentang tafsir Al-Quran Surah Al Maidah, karena kasus Ahok sudah masuk ranah hukum.
Menghimbau kepada masyarakat agar menghargai MUI sebagai lembaga resmi dan representasi kepentingan umat Islam sesuai dengan tugas dan fungsinya..
MPS meminta kepada Kapolri agar penegakkan supremasi hukum berjalan secara lurus dalam kasus Ahok dan tidak ada kaitan degan proses politik apapaun termasuk Pilkada.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan semata-mata dalam kepentingan menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Repaublik Indonesia.
Banten Jadi Juara Umum Pospenas ke VII

Diposting oleh On Jumat, Oktober 28, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com – Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) ke-7 tahun 2016 telah berakhir. Provinsi Banten sukses menjadi juara umum even tiga tahunan yang menjadi ajang silaturahim dan perlombaan cabang olahraga dan seni kaum santri pondok pesantren dari seluruh nusantara.
Kepastian Banten sebagai juara umum diketahui usai diumumkan oleh Ketua III Panjatapnas-Pospenas, Drs. H. Sahlan Masduki, M.Si, yang sehari-hari menjabat sebagai Asisten Deputi Koodinasi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Piala Bergilir Pospenas diserahkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin yang juga menjadi Wakil Ketua Panitia Kerja Tetap Nasional (Panjatapnas) Pospenas kepada Sekda Provinsi Banten Ranta Suharta bersama Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Bazari Syam disaksikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin pada malam penutupan yang dihelat di Plaza Masjid Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Jumat (28/10/2016) malam.  
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyalurkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk santri pondok pesantren. Sebagai juara umum, santri pesantren dari Provinsi Banten berhasil meraih 42 Medali, terdiri dari 19 medali emas, 9 perak, dan 14 perunggu. Kontingen Jawa Barat menjadi terbaik kedua dengan total medali yang sama, yaitu 42 medali, dengan komposisi berbeda. Para santri dari pesantren  Provinsi Jawa Barat meraih 13 emas, 18 perak, dan 11 perunggu. Berada pada urutan ketiga, kontingen dari provinsi Jawa Timur dengan 11 medali emas, 11 perak, dan 10 perunggu (32 medali).
Menurut Kamaruddin Amin, Pospenas VII ini diikuti oleh 2.826 santri pondok pesantren, terdiri dari 1.654 (58.5%) santri laki-laki dan 1.172 (41.47%) santri perempuan. Dari jumlah itu, sebanyak 1.905 santri mengikuti cabang olah raga, sedang 921 santri mengikuti pertandingan bidang seni. “Ada 11 cabang olah raga dan 14 cabang seni yang dipertandingkan pada Pospenas VII ini dan Provinsi Banten berhasil menjadi juara umum,” tegas Kamaruddin.
Menag Lukman Hakim Saifudin mengaku bersyukur perhelatan Pospenas di Provinsi Banten berjalan, termasuk pelaksanaan cabang olah raga dan seni yang diperlomabakan sesuai dengan rencana. “Semoga dengan adanya Pospenas ini akan melahirkan para olahragawan dan seniman, budayawan yang baik dikalangan pondok pesantren. Karena santri selain mendalami ilmu-ilmu agama mereka juga terbiasa untuk melatih raganya dan mengasah kepekaan rasa melalui seni-seni,” katanya.
Selain itu, Menag juga mengucapkan selamat kepada para santri-santriwati yang berasal dari banten karena seusken menjadi juara umum, serta  apresiasi kepad pemerintah daerah Provinsi banten yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga Banten sukses menjadi tuan rumah yang baik. “Mudah-mudahan ini semakin memacu santri-santri dibanten dan menjadi dorongan bagi santri lain agar bisa berprestasi sebagaimana rekan-rekannya dari banten ini. Tentu Ini atas bimbingan para guru dan pemerintah daerah bai k di provinsi maupun dari kabupaten kota dibanten ini yang kemudian bisa menghasilkan juara umum,” ungkapnya. 
Sekda Banten Ranta Suharta mengatakan kebanggaanya karena Banten sukses menjadi tuan rumah dan sukses meraih juara umum apalagi banten baru saja meraih juara umum MTQ tingkat nasional di NTB beberapa waktu lalu.
Ranta mengaku tidak terasa sepekan waktu telah lewati pelaksanaan Pospenas di tanah surosowan. Pekan yang mengandung pesan-pesan sportivitas dan kreativitas diantara para peserta, santri nusantara sekaligus terkandung sebuah harapan besar. Hal itu juga sekaligus membuktikan bahwa santri sudah berkomopetensi, sehingga suatu saat nanti dapat menajadi pahlawan bangsa sebagai atlet yang bermental juara dan menajdi seniman yang penuh kreasi dan inovasi. “Saya ucapkan selamat kepada para pemenang, semoga tidak merasa puas dengan prestasi hari ini, karena tatantangan kedepan akan lebih besar. Tetaplah berlatih dan tetaplah berinovasi. Jangan berhenti untuk terus menegmbangkan diri,” katanya. (adv)
Jokowi Buka Pospenas VII di Banten

Diposting oleh On Sabtu, Oktober 22, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com -  Pehelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) VII 2016 resmi dibuka oleh Presiden Joko Wododo, Sabtu (22/10/2016) di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang.
Dalam sambutanya, presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari resolusi jihad para santri untuk melawan penjajah, santri mewakafkan jiwanya untuk kemerdekaan bangsa.
Lebih lanjut Presiden mengatakan santri mewakafkan jiwanya untuk kemerdekaan bangsa, karena itu semangat jihad harus terus ada untuk memerangi kebodohan, ketimpangan sosial dan cinta tanah air agar Indonesia menjadi bangsa pemenang
"Tujuh puluh tahun lalu, KH Hasim Ashari bersama para santri melakukan resolusi jihad para santri untuk melawan penjajah, santri mewakafkan jiwanya untuk kemerdekaan bangsa, karena itu semangat jihad harus terus ada untuk memerangi kebodohan, ketimpangan sosial dan cinta tanah air agar Indonesia menjadi bangsa pemenang" kata Jokowi
Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pelaksanaan Pospenas bertepatan dengan hari Santri Nasional ini untuk menunjukan bahwa santri tidak hanya mampu mengaji namun mempunyai kompetensi lain yang bisa memberikan kontribusi bagi negara.
"Para santri diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi negara. Saya ucapkan kepada seluruh santri, selamat bertanding," ujar Gubernur.
Gubernur Banten Rano Karno merasa bangga dan menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat Banten karena dipercaya sebagai tuan rumah Pospenas VII.
"Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah pusat karena Banten dipercaya sebagai tuan rumah dan kepercayaan ini akan kami pegang dan jaga agar penyelenggaran Pospenas berjalan baik," ungkapnya.
Gubernur berharap, Pospenas ini dapat meningkatkan kepekaan dan meningkatkan rasa sosial para santri.
"Di Hari Santri ini, menunjukkan bahwa santri tak hanya pandai di bidang agama, namun bidang olahraga. Semoga Pospenas akan memberikan kontribusi berharga bagi kesehatan jasmani dan rohani, sesuai dengan revolusi mental yang digagas Presiden. Mari kita menjadi tuan rumah yang baik dengan ketulusan. Terima kasih atas semua pihak sehingga acara dapat terselenggara dengan baik," ungkap Gubernur.
Sementara, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, baru kali ini dirinya merasakan hari besar nasional diselenggarakan dengan gegap gempita.
Peringatan hari santri, lanjut Lukman, sejatinya memperjuangkan nilai-nilai ke-Islaman dan jati diri ke-Indonesiaan. Karena itu, dalam memperingati hari santri seyogyanya dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat Ke-Indonesiaan dengan ruh Ke-Islaman.
Lukman menambahkan, Pospenas sendiri diadakan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam pengembangan olahraga dan kesenian di pesantren. Dari Pospenas ini diharapkan lahir atlet dan seniman dari kalangan santri.
"Atlet dan seniman yang berpreatasi dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran," ujarnya Menag. (Adv)
Gubernur Banten Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam

Diposting oleh On Sabtu, Oktober 01, 2016 with No comments

Tangerang,kibarmedia.com - Gubernur Banten Rano Karno mengajak masyarakat agar dapat lebih mamaknai dan memahami serta menyadari posisi, peran juga misi umat muslim dalam semua tataran kehidupan yang dihadapi. Hal tersebut dikatakan Gubernur Banten Rano Karno saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1438 Hijrian, di Masjid Raya Al-Azhom, Komplek Puspem Kota Tangerang, Sabtu (1/10/16).

“Saya juga mengusulkan agar kedepan peringatan ini yang menjadi kegiatan tahunan, harus digelar di wilayah lainnya di Banten, karena Banten terdiri dari empat Kota dan empat Kabupaten. Sekali lagi saya berharap semoga ukhuwah islamiyah masyarakat Banten semakin erat,” ujarnya.


Rano juga mengapresiasi pengurus DKM Masjid Raya Al-Azhom dan Pemkot Tangerang atas kerjasamanya dalam mensukseskan kegiatan peringatan tahun baru islam tingkat Provinsi Banten. ‎Untuk itu, Rano mengucapkan selamat tahun baru islam 1438 H kepada seluruh kaum muslimin yang memperingatinya.


“Kalau di Kota Tangerang ada Festival Al-Azhom, saya berharap kegiatan ini bisa dijadikan acuan oleh daerah-daerah lain di Banten. Harus ada juga festival Syeikh Nawawi Al-Bantani, sang ulama besar asal Banten,” ungkapnya.


Dalam.kesempatan itu, Rano juga meminta agar warga Kota Tangerang turut mensukseskan pelaksanaan Pekan Olagraga dan Seni antar Pondok Pesantren (Pospenas) di Provinsi Banten, pada 22-28 Oktober 2016 mendatang. Sebab, Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah penyelenggraan Pospenas ke VII tingkat nasional tahun 2016 ini yang akan dipusatkan di Kota Serang. Pembukaan Pospenas ini akan dilaksanakan bersamaan dengan hari santri nasional.


“Dengan keberanian yang ada, banten memberanikan diri jadi tuan rumah Pospenas. Insyaallah 22 Oktober nanti saat pembukaan akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan akan dikunjungi 7000 santri dari seluruh Indonesia,” kata Rano.‎


Untuk itu, Rano meminta seluruh jajaran pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, para tokoh masyarakat, pengusaha, dan element masyarakat Banten khususnya warga Kota Tangerang untuk turut mensukseskan dan mendoakan agar acara Pospenas bejalan sukses dan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang datang.‎


Sementara itu, Walikota Tangerang Arif Wismansyah mengatakan, Festival Al-Azhom merupakan agenda rutin Pemkot Tangerang bekerja sama dengan organisasi islam dan DKM. Kegiatan nya, kata Arif diantaranya Bazar, Pameran Buku Islam, Lomba-lomba religius, Festival Anak Soleh. Hal itu juga untuk memberikan semangat agar masyarakata Kota Tangerang semakin berakhlakul karimah.


“Kami juga akan membangun Islamic Center, Gedung MUI dan Asrama Haji. Semoga keagungan islam semakin membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi warga banten dan khusunya warga Kota Tangerang. Mari kita berdoa agar banten lebih sejahtera,” terangnya.


Ditempat yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Banten, Irvan Santoso menyatakan, peringatan tahun baru islam pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tempat pelaksanaanya tidak hanya terpusat di mesdji Al-Bantani KP3B, tetapi akan digelar bergiliran di setiap Kabupaten dan Kota.


“Untuk di Kota Tangerang, kita barengkan dengan Festival Al-Azhom yang berupakan agenda rutin Pemkot Tangerang. Tentu ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengadakan Festival Al-Bantani di Serang. Kedepan, acara ini akan terus dikembangkan agar sesuai dengan cita-cita para pendiri Provinsi Banten yaitu sejahtera berlandaskan iman dan taqwa,” ungkapnya. (Advertorial)
Gubernur Banten Serahkan Hewan Kurban ,‎ Usai Sholat Idul Adha Bersama Presiden‎ RI

Diposting oleh On Selasa, September 13, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Gubernur Banten Rano Karno, Melaksanakan Sholat Idul Adha bersama Presiden RI Joko Widodo bersama istrinya Iriana Joko Widodo, di Mesjid Agung At – Tsauroh Kota Serang, ‎Senin (12/09/2016).

Gubernur Banten H. Rano Karno, S.IP secara simbolis menyerahkan hewan qurban kepada Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid Raya Albantani Serang. Hewan qurban yang diserahkan berupa 1 (satu) ekor sapi.

Penyerahan hewan qurban dilaksanakan setelah Gubernur Banten selesai melaksanakan Sholat Idul Adha di Mesjid Agung At – Tsauroh Kota Serang bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beserta istri.

Selain Gubernur Banten, Sekretaris Daerah Banten Drs. H. Ranta Soeharta juga secara simbolis menyerahkan hewan qurban berupa 1 (satu) ekor sapi kepada DKM Mesjid Raya Albantani.Turut menyerahkan hewan kurban para Asisten Daerah Setda Provinsi Banten masing – masing 1 (satu) ekor sapi serta Staf Ahli Gubernur sebanyak 1 (satu) ekor sapi.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten turut menyerahkan hewan qurban kepada DKM Mesjid Raya Albantani.Total keseluruhan hewan kurban yang diserahkan kepada DKM Mesjid Raya Albantani sejumlah 50 (lima puluh) ekor.

Setelah menyerahkan hewan qurban, Gubernur Banten didampingi oleh Sekda Banten melaksanakan open house di halaman Mesjid Raya Albantani.Open House diikuti oleh para Kepala SKPD beserta jajaran serta masyarakat sekitar. (Advertorial)
 Pemprov Banten Gelar Tabligh Akbar Idul Adha Bersama Ribuan Masyarakat

Diposting oleh On Selasa, September 13, 2016 with No comments

Serang, kibarmedia.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggelar Tabligh Akbar saat malam takbir Idul Adha 1437 H di halaman masjid Al-Bantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Minggu (11/09). Acara yang kali pertama dilaksanakan sejak Banten menjadi Provinsi tersebut dihadiri ribuan masyarakat, para pejabat di lingkungan Pemprov Banten, ulama dan umaroh, serta para tamu undangan.
Gubernur Banten, Rano Karno dalam sambutannya mengatakan, Sejak 16 tahun Banten berdiri menjadi Provinsi, baru kali ini menjelang hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah 2016 Masehi dilaksanakan tabligh akbar. Untuk itu, ia meminta agar seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Qurban itu kan salah satu cara untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi, mari kita semua melaksanakannya,” ujarnya usai acara.
Selain itu, Rano juga mengatakan, makna dari qurban untuk saling berbagai antar sesama, salah satunya dengan merasakan makan daging yang memiliki protein dan lemak yang tinggi. Sebab, dengan begitu akan memperbaiki gizi.
“Alhamdulilah, tahun ini jumlah gizi buruk di Banten menurun, tapi bukan berarti tidak ada. Angka ini akan terus kami tekan hingga sedikit nbahkan tidak ada,” tegasnya.
Rano meminta agar seluruh masyarakat yang hadir, saling mendoakan sesama terutama bagi umat muslim yang saat ini tengah melaksanakan ibadah haji agar diberikan kesehatan dan keberkahan dan haji yang mabrur.
“Mari kita doakan saudara kita, tetangga dan umat muslim lainnya yang tengah ibadah haji. Semoga ini jadi berkah bagi kita semua,” ungkapnya.
Rano juga berharap agar para pegawai Pemprov Banten beserta masyarakat, dapat melaksanakan ibadah sholat di Masjid Al Bantani setiap waktu. Sebab, masjid tersebut cukup besar, tetapi jumlah jamaah ketika ibadah sholat lima waktu masih kurang.
“Mari kita sama-sama isi masjid ini agar selalu penuh. Masjid ini cukup besar, tetapi yang sholat berjamaah masih sedikit,” katanya. (Advertorial)